uGet Download Manager
diposkan oleh Inoe pada 28 Januari 2012, 14:26 WIB

Sebelum Ubuntu 11.10 Oneoiric Ocelot, saya menggunakan gwget sebagai download manager. gwget merupakan download manager yang simpel tapi powerful. Namun, karena development-nya dihentikan, gwget tidak dimasukkan dalam repository Oneiric. Kemudian, saya mencoba beberapa download manager, dan yang saya dapati cukup mampu menggantikan gwget adalah uGet.
uGet belum mendukung batasan file untuk sekali download. Namun, dengan menggunakan ekstensi Flashgot pada Firefox, uGet terintegrasi dengan lebih baik daripada gwget. uGet juga memiliki pilihan untuk men-shutdown komputer ketika download sudah selesai.
uGet belum mendukung batasan file untuk sekali download. Namun, dengan menggunakan ekstensi Flashgot pada Firefox, uGet terintegrasi dengan lebih baik daripada gwget. uGet juga memiliki pilihan untuk men-shutdown komputer ketika download sudah selesai.
Mednafen (Plus Mednafenfe), Emulator Berbagai Konsol Game!
diposkan oleh Inoe pada 21 Januari 2012, 21:18 WIB

Untuk memainkan game GameBoy, di repository Ubuntu terdapat VisualBoy Advance, tetapi performanya jauh dari harapan. Untungnya, ada Mednafen. Hebatnya, tidak cuma GameBoy, Mednafen juga mampu memainkan game-game lain.
Sistem yang didukung Mednafen adalah:
- Atari Lynx
- GameBoy
- GameBoy Color
- GameBoy Advance
- NES
- PC Engine (TurboGrafx 16)
- PC-FX
- SuperGrafx
- NeoGeo Pocket, NeoGeo Pocket Color
- WonderSwan
Sistem yang didukung Mednafen adalah:
- Atari Lynx
- GameBoy
- GameBoy Color
- GameBoy Advance
- NES
- PC Engine (TurboGrafx 16)
- PC-FX
- SuperGrafx
- NeoGeo Pocket, NeoGeo Pocket Color
- WonderSwan
Audacious, Lightweight Music Player dengan Dua Interface
diposkan oleh Inoe pada 21 Januari 2012, 15:48 WIB

Banyak sekali pemutar musik yang tersedia untuk Ubuntu. Namun, di samping fiturnya yang mumpuni, Banshee, pemutar musik default bawaan Ubuntu untuk versi 11.04 dan 11.10, terlalu memakan resource komputer. Sebagaimana yang saya tulis di entri sebelumnya, saya lebih memilih untuk menggunakan Rhythmbox sebagai default music player. Untuk versi 12.04 Precise Pangolin mendatang, Ubuntu akan kembali menggunakan Rhythmbox sebagai default. Namun, jika ingin yang lebih ringan lagi, banyak pilihan lain tersedia. Dalam tulisan kali ini, yang akan kita bahas adalah Audacious.
Mengenal Unity, Interface Ubuntu 11.10
diposkan oleh Inoe pada 14 Desember 2011, 20:58 WIB

Ubuntu menggunakan Unity sebagai default desktop environment. Di sini, kita tidak akan membahas detail teknis mengenai Unity, tetapi bagaimana kita berinteraksi dengan Ubuntu. Ubuntu membawakan Unity (dengan 3D Acceleration untuk hardware yang mampu menggunakannya) dan Unity 2D (sebagai versi yang dapat berjalan tanpa 3D Acceleration). Karena keduanya tidak begitu berbeda, di sini kita tidak akan membahasnya secara terpisah. Unity interface terdiri dari beberapa komponen:
- Desktop
Desktop adalah area kerja kita. - Menu Bar
Menu Bar adalah bar yang terletak di bagian atas desktop. Di bagian kiri Menu Bar terdapat nama jendela yang terfokus (atau Desktop jika tidak ada jendela yang terbuka). Jika kita meletakkan cursor di sana, kita dapat mengakses Application Menu milik jendela tersebut. Di bagian kanan, terdapat status indicators, di mana kita bisa mengkases berbagai keperluan tanpa meninggalkan jendela di mana kita bekerja sekarang. - Launcher
Launcher digunakan untuk membuka aplikasi, ataupun bernavigasi di antara aplikasi-aplikasi yang terbuka. Kita bisa memasang aplikasi favorit atau yang sering kita gunakan di Launcher untuk akses lebih cepat. Di bagian atas launcher, terdapat Ubuntu Button. Dari sana, kita bisa meng-akses Dash. - Dash
Dash adalah di mana kita bisa melihat dan mengakses berbagai hal yang ada pada komputer kita maupun dari sumber lain di internet. Dari dash, kita bisa mencari aplikasi, file dan folder, dan musik. Kita bahkan bisa mencari aplikasi yang belum terinstal, ataupun musik yang belum kita miliki untuk dibeli.
Mempercepat Startup Firefox dengan Men-disable Add-ons yang Tidak Perlu
diposkan oleh Inoe pada 10 Oktober 2011, 09:07 WIB

Saya merasa startup Firefox di instalasi Ubuntu 11.04 di laptop saya terlalu lambat, kalau parah, bisa memakan waktu hingga 10 detik atau lebih. Ternyata solusinya mudah. Disable atau hilangkan add-ons. Add-ons yang kita instal memiliki pengaruh pada waktu yang diperlukan untuk startup Firefox. Bahkan, Mozilla sendiri sampai membuat ranking Add-ons yang memiliki dampak signifikan terhadap startup Firefox.
Mengembalikan Rhythmbox sebagai Default Music Player di Ubuntu 11.04
diposkan oleh Inoe pada 29 Juni 2011, 11:11 WIB

Ubuntu 11.04 beralih dari Rhythmbox dan menawarkan Banshee sebagai default music player. Namun, banyak yang lebih memilih Rhythmbox yang lebih cepat, stabil, mudah digunakan, dan sederhana.
Lantas, bagaimana kita kembali menjadikan Rhythmbox sebagai default music player sabagaimana rilis-rilis Ubuntu sebelumnya? Tentu saja, pertama kali, kita instal Rhythmbox dari Ubuntu Software Center.
Lantas, bagaimana kita kembali menjadikan Rhythmbox sebagai default music player sabagaimana rilis-rilis Ubuntu sebelumnya? Tentu saja, pertama kali, kita instal Rhythmbox dari Ubuntu Software Center.
Menyesuaikan Tampilan LibreOffice dan OpenOffice.org dengan Tema Gelap
diposkan oleh Inoe pada 20 Mei 2011, 11:15 WIB

Tema gelap terkadang terlihat lebih keren dan elegan. Namun, bisa jadi kita malas menggunakannya ketika menyadari office suite kita tidak begitu bersahabat dengan tampilan tema tersebut. Secara default, LibreOffice dan OpenOffice.org akan mengikuti pola warna dari tema yang kita pakai, dan terkadang tema gelap membuat area ketikan kita menjadi aneh. Apakah hal ini tidak bisa dibenahi? Jangan salah, itu hanya masalah default settings saja :) Mari kita lihat bagaimana kita bisa tetap nyaman bekerja dengan tema gelap.
Menginstall Firefox 4 di Ubuntu 10.04 LTS dan 10.10
diposkan oleh Inoe pada 23 Maret 2011, 19:17 WIB

Firefox 4 telah dirilis beberapa waktu yang lalu.Sayangnya, pengguna Ubuntu 10.04 LTS Lucid Lynx dan 10.10 Maverick Meerkat tidak akan mendapatkan update ini secara resmi di repository. Tapi, jangan khawatir, Firefox 4 dapat diinstal melalui PPA.
Buka System > Administration > Software Sources (atau melalui Synaptic Package Manager dari menu Settings > Repositories), klik tab Other Software, klik Add lalu masukkan ppa:mozillateam/firefox-stable. Anda akan diminta melakukan Reload repository. Setelah repository ter-update, jalankan update melalui Update Manager, dan Firefox 4 siap digunakan :) [...]
Buka System > Administration > Software Sources (atau melalui Synaptic Package Manager dari menu Settings > Repositories), klik tab Other Software, klik Add lalu masukkan ppa:mozillateam/firefox-stable. Anda akan diminta melakukan Reload repository. Setelah repository ter-update, jalankan update melalui Update Manager, dan Firefox 4 siap digunakan :) [...]
Membersihkan Aplikasi yang Diinstal dari PPA dan Mengembalikannya ke Versi Repository Resmi
diposkan oleh Inoe pada 19 Maret 2011, 17:54 WIB

Beberapa waktu yang lalu, secara tidak sengaja saya menginstal Nautilus Elementary. Waktu itu, saya melakukan update dari Update Manager. Hingga mematikan laptop, saya belum menyadari adanya perubahan.Beberapa waktu kemudian, saya menyalakan lagi laptop saya, membuka File Manager, dan kaget melihat Nautilus berubah menjadi Nautilus Elementary, sementara saya tidak merasa menginstalnya. Lalu saya teringat bahwa dalam list update-an tadi memang terdapat package nautilus, dan beberapa waktu lalu saya menggunakan Personal Package Archives (PPA) Elementary yaitu ppa:elementaryart/elementarydesktop untuk mengupdate Murrine Engine.
Mengganti OpenOffice.org dengan LibreOffice
diposkan oleh Inoe pada 24 Februari 2011, 16:14 WIB

LibreOffice, Office Suite baru dari The Document Foundation, yang dibangun berdasarkan OpenOffice.org setelah Oracle mengakuisisi Sun Microsystems Inc., telah merilis versi stable-nya. LibreOffice juga akan dibawakan sebagai Office Suite default Ubuntu 11.04 Natty Narwhal yang akan dirilis April mendatang. Saat ini, secara umum, LibreOffice belum begitu berbeda dari OpenOffice.org walaupun ada penambahan fitur seperti:
- dialogue box baru untuk membuat dan mengatur title pages;
- SVG dan PDF import ke Writer;
- import untuk MS Works documents; dan
- "Experimental" mode, untuk mengetes fitur yang belum disempurnakan.
- dialogue box baru untuk membuat dan mengatur title pages;
- SVG dan PDF import ke Writer;
- import untuk MS Works documents; dan
- "Experimental" mode, untuk mengetes fitur yang belum disempurnakan.
Ber-Twitter dengan Gwibber
diposkan oleh Inoe pada 24 Februari 2011, 15:57 WIB

Instalasi default Ubuntu 10.04 LTS Lucid Lynx dan 10.10 Maverick Meerkat menyertakan Gwibber Social Client sebagai aplikasi Broadcast. Twitter merupakan salah satu jejaring sosial yang populer saat ini.Nah, pada tulisan kali ini, mari kita lihat bagaimana men-setup akun Twitter kita di Gwibber.
Kita bisa memulainya dengan mengeklik ikon amplop pada Notification Area yang secara default terletak di panel atas kemudian memilih Set Up Broadcast Accounts, atau dengan mengeklik Me Menu yang juga secara default terletak di panel atas, kemudian memilih Broadcast Accounts....
Kita bisa memulainya dengan mengeklik ikon amplop pada Notification Area yang secara default terletak di panel atas kemudian memilih Set Up Broadcast Accounts, atau dengan mengeklik Me Menu yang juga secara default terletak di panel atas, kemudian memilih Broadcast Accounts....
Kustomisasi GRUB dengan Grub Customizer
diposkan oleh Inoe pada 12 Desember 2010, 21:20 WIB

Ada kalanya kita ingin mengkustomisasi GRUB Loader kita. Sekedar menambahkan background dan memperindah tampilannya, atau pada kasus saya, merapikan GRUB Menu dari banyaknya kernel yang terinstal.
Ubuntu 10.10 Maverick Meerkat lemot di komputer saya, dan solusi yang saya dapatkan di internet adalah meng-update kernel ke versi 2.6.36 dari http://kernel.ubuntu.com/~kernel-ppa/mainline/ (PPA Kernel). Namun, yang terjadi di komputer saya justru Maverick makin aneh.Lalu, saya menemukan di sebuah forum, ada user yang menyatakan bahwa dia upgrade ke Ubuntu 10.10 Maverick Meerkat dari Ubuntu 10.04 LTS Lucid Lynx, dan dengan kernel Lucid, tidak ada masalah dengan Maverick-nya, tetapi menjadi aneh ketika menggunakan kernel Maverick.Jadi, saya coba downgrade kernel ke kernel Lucid. Saya ambil dari repository Lucid Lynx, bukan dari PPA Kernel selain demi keterjaminan stabilitas, juga agar GRUB tidak terlihat aneh karena kepanjangan :P
Kernel yang saya gunakan sekarang adalah 2.6.32-26-generic. Selain kernel bawaan 2.6.35.22-generic, juga terinstal kernel 2.6.35.23-generic hasil instalasi dari Update Manager.Saya ingin tetap mengikuti update kernel resmi, sehingga tidak ingin menghapus kernel bawaan dan kernel yang telah saya update melalui Update Manager, tetapi sangat terganggu jika setiap masuk Ubuntu harus memilih kernel Lucid yang terletak di bawah. Bagaimana kita mengatasi hal semacam ini? Grub Customizer akan sangat membantu :)
Ubuntu 10.10 Maverick Meerkat lemot di komputer saya, dan solusi yang saya dapatkan di internet adalah meng-update kernel ke versi 2.6.36 dari http://kernel.ubuntu.com/~kernel-ppa/mainline/ (PPA Kernel). Namun, yang terjadi di komputer saya justru Maverick makin aneh.Lalu, saya menemukan di sebuah forum, ada user yang menyatakan bahwa dia upgrade ke Ubuntu 10.10 Maverick Meerkat dari Ubuntu 10.04 LTS Lucid Lynx, dan dengan kernel Lucid, tidak ada masalah dengan Maverick-nya, tetapi menjadi aneh ketika menggunakan kernel Maverick.Jadi, saya coba downgrade kernel ke kernel Lucid. Saya ambil dari repository Lucid Lynx, bukan dari PPA Kernel selain demi keterjaminan stabilitas, juga agar GRUB tidak terlihat aneh karena kepanjangan :P
Kernel yang saya gunakan sekarang adalah 2.6.32-26-generic. Selain kernel bawaan 2.6.35.22-generic, juga terinstal kernel 2.6.35.23-generic hasil instalasi dari Update Manager.Saya ingin tetap mengikuti update kernel resmi, sehingga tidak ingin menghapus kernel bawaan dan kernel yang telah saya update melalui Update Manager, tetapi sangat terganggu jika setiap masuk Ubuntu harus memilih kernel Lucid yang terletak di bawah. Bagaimana kita mengatasi hal semacam ini? Grub Customizer akan sangat membantu :)
Menambahkan APT Line PPA tanpa Command Line
diposkan oleh Inoe pada 27 Oktober 2010, 22:00 WIB

Ketika kita hendak menginstal sesuatu yang belum tersedia di daftar repository, biasanya tutorial yang beredar di internet akan menyajikan command line untuk menambahkan repository dari PPA, diikuti update repository dan install package yang dikehendaki.Apakah harus seperti itu? Tentu tidak. Ada cara untuk melakukannya dengan Graphical User Interface (GUI).
Sebagai contoh, kita ambil instalasi tema elementary 2.5 dari OMG! Ubuntu!Elementary adalah salah satu tema yang paling populer untuk Linux.Di sana, terdapat instruksi sebagai berikut:
Sebagai contoh, kita ambil instalasi tema elementary 2.5 dari OMG! Ubuntu!Elementary adalah salah satu tema yang paling populer untuk Linux.Di sana, terdapat instruksi sebagai berikut:
Globule di Globulation 2
diposkan oleh Inoe pada 01 Agustus 2010, 17:58 WIB

Ketika pertama kali mencoba game ini, mungkin kita akan berpikir, "Apaan, sih ini? Ga jelas banget." Tetapi, setelah memainkannya, ternyata pikiran saya berubah. Konsepnya sederhana, tetapi terasa asyik ketika kita sudah masuk ke permainannya.
Globulation 2 adalah sebuah game Real-Time Strategy (RTS) inovatif yang mengurangi micro-management dengan menetapkan tugas kepada unit-unit secara otomatis. Jadi, kita bisa lebih fokus pada strategi kita. Game ini dapat dimainkan secara single-player maupun multiplayer, dan memungkinkan kombinasi tim Player-AI.
Globulation 2 adalah sebuah game Real-Time Strategy (RTS) inovatif yang mengurangi micro-management dengan menetapkan tugas kepada unit-unit secara otomatis. Jadi, kita bisa lebih fokus pada strategi kita. Game ini dapat dimainkan secara single-player maupun multiplayer, dan memungkinkan kombinasi tim Player-AI.
Read Comics with Comix
diposkan oleh Inoe pada 17 Juli 2010, 10:32 WIB

Suka membaca manga? Comix akan sangat membantu ;) Comix adalah software image viewer yang didesain khusus untuk komik. Comix dapat membaca file yang tersimpan dalam arsip (ZIP, RAR, tar, dan sebagainya) maupun membaca langsung file image. Kita dapat menampilkan 2 halaman sekaligus dengan Double Page Mode (dapat dengan mudah diaktifkan dengan menekan D pada keyboard). Untuk manga yang dibaca dari kanan ke kiri dengan Double Page Mode, urutan halaman yang terbuka akan menyesuaikan dari kanan ke kiri dengan mengaktifkan Manga Mode (dapat dengan mudah diaktifkan dengan menekan M pada keyboard).





